Tampilkan postingan dengan label heart poured down. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label heart poured down. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Oktober 2013

Aku tak tau


Sampai saat ini pun aku masih bingung, dimanakah sosok mu yang dulu? ku pikir sampai detik ini pun kau masih memikirkanku, tapi mungkin nyatanya, ah.. biarkan saja, biarkan saja kau sibuk dengan duniamu, asal kau benar-benar belajar dan menuntut ilmu di sana. Aku percaya kepadamu, karena kau pernah bilang kau ingin berhasil dan bersungguh-sungguh di sana.

**Sudah sekian lama, aku pun masih setia menunggumu, sampai senja pun mulai menutupi langit yang kelabu ini, entah sampai kapanpun selalu terlintas di benakku, ada sosok lain yang sepertinya akan menggantikanmu, tapi entah kenapa dibenakku hanya kamu, hanya kamu..

..."Bagaimana bisa aku melupakanmu apalagi mencari sosok lain, jika pun saat ini ada banyak orang yang datang, yang kupikir akan menggantikanmu, tapi tidak! Bukan padanya, tapi mengapa hanya padamu aku rindu..?"
Ternyata, menahan rindu itu sakit, tanpa ada komunikasi yang jelas dan malah nampak kian buruk, namun akan ku tampung semua rasa penyesalan ini, rasa kecewa yang tak akan ada habisnya jika aku utarakan lewat manapun.
Kalaupun aku jujur, rasanya pasti pahit, selama bertahun-tahun silam, nasihat-nasihat yang kau lontarkan saat itu, aku tak tahu, mungkin antara kebodohan dan kepolosanku saat itu, aku ebnar-benar tak mengerti perasaanma, jika seperti ini aku pun lebih baik tak usah tahu apa-apa, tapi memang yang namanya perasaan tidak bisa dibohongi, rasanya argghh.. aku ingin menangis.

Jika waktu itu bisa diulang, mungkin kegengsianku saat itu bisa saja tak nampak terlihat, andai saja kau tahu, sampai kenangan memorian itu masih tersimpan di otakku sampai kapanpun. Mungkin kenangan itu akan hilang jika aku sudah menemukan sosok lain yang hampir sama denganmu.

                                                                                                Jakarta, 10 Oktober 2013

Kamis, 17 Januari 2013

jangan salahkan banjir

jakarta oh jakarta..
memang sdh slayaknya jakarta btuh realisasi yg bgus, namun masih saja tindakan2 yg optimal pun blm terealisasi dg baik.
banyak skali prgram2 yg sdh dbuat bkan?
tapi apa?
tindakan2 msh blm maksimal.
oh jakarta ku..
mungkin banjir yg sudah menggenang, mungkin banjir yg menjadikan jakarta spt lautan ini btuh serapan.
tanggul, penghijauan, bila perlu bngunan proyeksi gedung2 pencakar langit dihentikan, pengelolaan dan daya serap yg baik, agar jakarta bisa mnjadi kota yg asri, nyaman, dan damai.
memang dr masyarakat sendiri pun perlu bebanah, krn kesalahan trbesar bkan dr pmimpin atau oknum2 yg lain, tp dari diri kita.
bgaimana supaya jakarta menjdi ibukota atau pusat dr jantung kota yg sehat, yg nyaman, bila dr diri kita saja belum bisa mewujudkan menjdi kota yg indah?
jaminannya, dalam musibah ini pasti ada hikmah yg bisa dipetik.
karena kita tau, Allah memberikan cobaan tdk dluar btas kmampuan manusia.
:))
Allah Maha Penyayang lg Maha Mengetahui kmampuan umat-Nya.
#PrayforJakarta
:)